BK154 Cahaya Kebijaksanaan/C1 Sifat ‘Mana’

来自盧勝彥文集翻譯中心平台
Wikitbpedia讨论 | 贡献2022年11月1日 (二) 14:13的版本 (导入新版本自外部来源)
(差异) ←上一版本 | 最后版本 (差异) | 下一版本→ (差异)
跳到导航 跳到搜索

Menurut doktrin Agama Buddha Tantra, Vajracarya merupakan perpaduan dari Triratna yang terdiri dari Buddha, Dharma, dan Sangha.

Juga sama dengan Vajrasattva dalam mentransmisikan ajaran. Itulah sebabnya, seorang Vajracarya dipandang sebagai seorang yang amat terhormat. Seorang Tantrika harus melakukan Mahanamaskara bila bertemu dengan seorang Vajracarya.

Mungkin ada sebagian orang beranggapan bahwa Vajracarya itu gila hormat, seolah-olah Vajracarya lebih mulia. Anggapan demikian dapat dengan sangat mudah menjebak seseorang ke dalam sifat ‘mana’.

Yang dimaksud dengan sifat ‘mana’ adalah sifat angkuh dan merendahkan derajat orang lain.

Menurut saya, anggapan demikian tidak perlu terjadi, tetapi justru sebaliknya dapat mengatasi sifat angkuh seseorang. Pendapat saya adalah, bilamana seorang Tantrika bernamaskara kepada Acarya, maka hal ini akan dapat mengikis sifat angkuh yang ada dalam diri Tantrika.

Seorang Acarya yang bernamaskara pada seorang Mulacarya, juga akan mengikis sifat angkuh yang terdapat dalam diri Acarya

Demikian juga bila seorang Mulacarya bernamaskara pada Guru Silsilah, maka akan mengikis sifat angkuh yang ada dalam diri Mulacarya.

Urutannya adalah, Tantrika bernamaskara pada Acarya, Acarya bernamaskara pada saya, dan saya bernamaskara pada Guru Thubten Dargye.

Walau saya, Buddha Hidup Lian Sheng Lu Sheng-yen, adalah avatara dari Padmakumara, juga avatara dari Buddha Amitabha,

, tidak peduli avatara dari Buddha yang mana pun, kalau berhadapan dengan Guru Silsilah tetap harus bernamaskara. Seorang sadhaka yang semulia apa pun, begitu berhadapan dengan Guru Sarana sendiri tetap harus bernamaskara. Seorang sadhaka terlebih dahulu harus menaklukkan sifat ‘mana’ yang terdapat dalam diri sendiri.

Buddha Sakyamuni bersabda, “Bila sifat ‘mana’ tidak terkikis, sekalipun berhasil dalam meditasi, kelak akan terpuruk juga menjadi Asura atau Mara.”

Seorang sadhaka Zhenfo Zong harus ingat: Dengan menaklukkan ‘mana’, Anda adalah Buddha. Bila menjadi angkuh, Anda adalah Mara.